My 8th Book Cover : Penahluk Firaun (Kisah Nabi Musa As dan Harun As). First Islamic Book I Ever Wrote

13659202_10207426371229989_2467081062111920478_n

Yup!

This is my first islamic book i ever wrote, especially for children.
It was not easy to write this book. I almost desperate when i wrote it.

But, thanks God, i can fullfilled my responsibility to the team that wrote about Stories of all Prophet in Quran.

I was choosen to write about Prophet Musa and Prophet Harun based on Quran. I did buy a Tafsir of Quran from Ibn Khaldun to help me in finishing this book.

It took almost half year to research and write about this book. Actually until now, i still can’t believe and proud of myself, that i can finish this book, even as a lately one in my team. *sorry for the team.

I hope in the future, i will write more islamic book and children book. Amin

Advertisements

Billa and her talent

Billa and one of her creation.

Billa and one of her creation.

Actually…

I know Billa loves to draw anything since her at kindergarden B (TK B)

But, when she did something in orderly, and i saw it as a similar as pic book, i just shocked

How come my little girl could do that. i never taught her to make the pic book. The fact is, i can’t make it at all.

Today, she already made a few of pic book. But some of it, i kept it for ourselves. And the rest i share in this blog or e-book free blog, belong to Gita Lovusa.

And, now. Billa has a slot for a profile as an author in that website. I feel so proud. I don’t know, whether her talent in drawing pic book will continue for the rest of her life, or it will cut off when she gets older.

All i want to say, that… as long as she love making a story and a drawing, i will support her to do that.

I just wish all the best for her, for whatever she will choose for her future.

***

This is what written in the blog, about Billa’s profile : 

Penyuka kardus, pensil warna, serta kertas kosong ini, sekarang sekolah di kelas 1 SD Islam Alsyukro Universal Ciputat. Bercita-cita menjadi penggambar, penulis, dan penghapal Alquran.
Setiap pulang sekolah selalu bermain dengan Aam, adiknya, dan mengutak-atik kardus, lem, serta beragam benda dalam kotak mainannya.

Translate :

Cardboard, colored pencils and blank paper lover, is student of Secondary School of Islam Alsyukro Universal Ciputat. She is at First Grade. Want to be an Illustrator, writer, and Koran Memorizer.
Each time, if she come home from school, she will always play with Aam, her brother, and fiddling with cardboard, glue, and a variety of objects in the toy box.

Pertama Kali Menulis Cernak, Pertama Kali Menang.

Ini adalah kisah pertama kali aku mencoba menulis cerita anak. Dan penuh kenekadan untuk ikut serta dalam lomba cerita anak misteri yang diselenggarakan oleh Majalah Bobo di tahun 2009.

Apakah aku nekad ikut begitu saja? Atau aku berusaha keras?

Yup! Jawabannya, aku berusaha keras.

Berawal dari rinduku pada almarhum Miftah, sodara kembar Billa (putri pertamaku), aku mencoba menuliskan kisah bertema misteri/detektif dengan menggunakan nama Miftah dan Billa sebagai nama karakter di ceritaku.

Aku menemukan ide judul terlebih dahulu, baru kemudian aku utak-atik naskah itu.

Teka Teki Telapak Tangan, menari-nari di kepalaku. Kata-kata itu sungguh mengundang perhatianku.

Aku membeli beberapa majalah bobo dan majalah anak-anak lainnya. Kupelajari satu demi satu, semua cerita anak yang ada di majalah-majalah tersebut. Ya, aku riset untuk belajar menuliskan cerita anak ini. Kuperhatikan satu paragraf hanya terdiri dari beberapa kalimat. Satu kalimat, hanya terdiri kurang dari 8 kata. Dan konflik, setting serta solusi cerita kuperhatikan.

Setelah membaca belasan cerita, aku mulai menuangkan ideku. Tanpa henti, tanpa edit, kuketik cerita itu, menjadi 8 halaman. Astaga, ini jelas salah.

Maka aku edit, revisi, dan terus menerus kulakukan, selama 1 minggu. Nyaris telat dari DL lomba, segera kuprint dan kukirimkan ke majalah Bobo.

Aku lupa, tanggal pengumumannya, hingga suatu hari, temanku dari dunia maya, memberitahu kabar gembira. Naskahku itu lolos masuk dalam 15 naskah pilihan. Dan uang 500 ribu masuk ke rekeningku. Meskipun tidak masuk 3 besar, tapi masuk dalam 15 naskah pilihan dari ratusan mungkin ribuan naskah peserta lomba, ditambah ini adalah karyaku pertama kali di bidang fiksi dan cerita anak, rasanya sungguh tidak bisa diukur.

Senangnya bukan kepalang!…. Apalagi kulihat pengumumannya di majalah Bobo tahun itu.

Pengumuman pemenang lomba cernak misteri majalah bobo tahun 2009

Pengumuman pemenang lomba cernak misteri majalah bobo tahun 2009

Sejak itu, aku semangat mempelajari dunia menulis cerita anak. Apalagi ketika cerita para pemenang dalam lomba itu diterbitkan dalam bentuk buku. Duh senang sekali.

340201_2358793366725_1156993721_32830201_1938007935_o

Kumpulan cerita detektif, tulisan para pemenang lomba cernak misteri bobo 2009

Hingga hari ini, aku tidak akan bisa melupakan tulisan perdanaku ini. Sungguh menyenangkan sekali, menekuni suatu bidang atau dunia yang selama ini mungkin tak terpikirkan olehku. Kerinduanku pada (alm) Miftah terlipur sedikit. Aku berada di dunia menulis cerita anak saat ini, tak lain adalah wujud dari kerinduanku pada dirinya, terapi jiwaku sekaligus dunia pekerjaan baru yang sesuai passionku saat ini.

Alhamdulillah.

***

Berikut cerita lengkap : Teka Teki Telapak Tangan . Rasanya aneh juga membaca tulisan pertamaku ini. Ada beberapa yang aneh dari segi EYD. Kurasa, penilaian juri pada naskah ini terletak pada originalitas juga kali ya? Serta judul cerita yang eye catching. 🙂

Silahkan menikmati tulisan ini ya..:)

Teka teki telapak tangan

    Oleh Dhian Iskandar

Mata Billa tidak bisa terpejam dengan tenang. Hujan turun deras diluar sana. Diliriknya jam dinding,. “Wah… sudah jam 2 pagi, kenapa mata ini tak mau terpejam juga ya.” bisiknya dalam hati.

Tak lama ia mendengar suara berkeletek di luar . “Eh.. bunyi apaan tuh” bisiknya lagi. Billa berusaha bangun dari tempat tidurnya, berjalan ke dekat jendelanya serta berusaha melihat keluar.  Namun pandangannya terbatas oleh derasnya hujan..

Akhirnya, dengan malas ia kembali ke tempat tidurnya.. “Ah mungkin bunyi kucing atau binatang lainnya kali ya,….”

Subuhnya, terdengar suara bernada kaget dari kamar abangnya.

“Wah.. aku kecurian nih…” teriak Miftah..

Billa lari ke kamar abangnya.

Jarak usia mereka bertaut jauh. Ketika Billa lahir, Miftah sudah duduk di kelas 1 SD.

“Ada apa Bang?” tanya Billa sesampai dikamar abangnya..

“Ini Bill,  Abang kecurian nih.. “ jawab Miftah dengan wajah sedih bercampur kesal.

“Apa yang hilang Bang ?” tanya Billa.

“Handphone Abang … dan… hardisk eksternal yang baru dibelikan Ayah seminggu yang lalu,  padahal itu mahal ya Dek”. Jawab Miftah dengan prihatin…

Billa jadi turut merasakan sedih yang dirasakan oleh abangnya.

Tidak lama, Ayah dan Bunda menyusul ke kamar Miftah dan mencoba melihat kondisi yang ada di kamar. Ternyata jendela kamar Miftah telah dicongkel seseorang dari luar. Sedangkan Miftah meletakkan handphone dan hardisknya di meja yang dekat dengan jendela.

“Ya sudah.. kita lapor ke Pak RT aja dulu.. biar nanti Pak RT menanyakan kepada petugas siskamling yang semalam bertugas.. apakah tau atau mencurigai sesuatu semalam”, kata Ayah.

Sekitar 15 menit kemudian Pak RT datang. Billa dan Miftah sendiri bersiap sarapan sebelum ke sekolah. Pak RT kemudian memeriksa kamar Miftah.

Billa mendengar dari kejauhan pendapat Pak RT,  “Sepertinya semalam ketika hujan itu kejadiannya ya ? .. soalnya ada bekas-bekas tanah becek di dekat jendela ini.. “ Jelas Pak RT…

“Nanti saya akan tanyakan kepada Pak Imam, mengenai siapa yang bertugas siskamling semalam, soalnya Pak Imam semalam tidak bertugas. Ia bilang ada yang menggantikan dia untuk berjaga semalam”. Papar Pak RT.

Takk lama Pak RT  pergi ke luar diantar oleh Ayah.

Sepanjang disekolah Billa tidak konsentrasi ke pelajaran. Pikirannya terus memikirkan peristiwa pencurian dirumahnya. Ia lalu teringat bahwa jam 2 dini hari itu ia mendengar bunyi–bunyian di jendela abangnya.  “Jangan-jangan waktu itu adalah ketika si pencuri berhasil masuk ke kamar Bang Miftah ya”.  pikir Billa. Dalam hatinya ia bertekad untuk menyelidiki peristiwa pencurian ini.

Sepulang sekolah,  setelah makan siang, Billa berjalan ke samping rumah dan berhenti di dekat jendela kamar Miftah. Billa mengmati dengan cermat sekitar jendela tersebut. Tak berapa lama, ia melihat didekat jendela sebelah kiri terlihat samara bekas jejak tanah becek.. dan sepertinya aneh.Ia berbentuk telapak tangan.. namun hanya ada 4 jari di jejak telapak tangan tersebut. Dengan deg-degan Billa memperhatikan jejak telapak tersebut Dihitungnya dan diletakkannya telapak tangannya sendiri di dekat jejak tersebut.

“Ya…, ini gambar telapak tangan yang jari kelingkingnya tidak ada” bisik Billa senang bercampur deg-degan karena berhasil menemukan tanda telapak tangan.

“Jangan-jangan inilah telapak tangan pencuri semalam yang menahan jendela agar tidak berbunyi terlalu keras ketika dicongkel” pikir Billa

Malam itu, bel depan rumah berbunyi.. Ternyata ada Agai anak Pak Imam yang bandel. Billa gak suka dengan Agai..karena sering menodong minta uang padanya setiap kali ketemu. Tapi Agai memang tidak mengganggunya. Ia hanya minta uang buat beli rokok.

“Ada apa, Bang ? “ tanya Billa heran ketika Agai ke rumahnya.

“Nggak…,ini ada surat undangan rapat dari bapak. Kebetulan Bapak lagi pergi.. jadi aku yang anterin ke rumah-rumah”  jelas Agai.

Tidak lama si Agai menyerahkan selembar kertas dengan tangan kirinya, sementara tangan kanannya masih merokok. Billa tidak suka sekali dengan sikap Agai. tapi Billa diam saja. Tapi hatinya berdegup kencang ketika menerima lembaran surat undangan dari tangan kiri Agai. Karena tangan kiri Agai tidak ada kelingkingnya.

Billa dengan dada sesak buru-buru menutup pintu dan lari ke kamar Miftah yang sedang balajar di kamarnya.

“Bang… !!!” teriak Billa..

“Ada apa, Dek ?” jawab Miftah kaget.

“Bang…, Billa tahu siapa yang mencuri barang-barang Abang”. Jelas Billa dengan nafas terburu. Belum sempat Miftah bertanya lagi, Billa telah menjelaskan penyelidikannya sampai tentang kedatangan Agai barusan.  Hal yang sama juga dijelaskannya ke Ayah. Dan Ayahnya pun berjanji besok pagi akan menemui Pak RT  lagi. Billa tak bisa memejamkan matanya. Hatinya deg-degan ingin tahu apakah penyelidikan dan temuannya hari ini benar adanya.

Pagi harinya Billa sudah mandi dan menunggu Ayahnya keluar dari kamar. Ia sudah tidak sabar menanti kedatangan Pak RT. Ketika Pak RT dating dan meminta Billa berbicara makan Billa membeberkan hasil penyelidikannya dan  pertemuannya dengan Agai semalam. Pak RT lalu mengajak Ayah ke rumah Pak Imam. Sesampai di rumah Pak Imam, Pak RT lalu memaparkan apa yang terjadi dan meminta agar Agai dipanggil untuk ditanyai. Agai keluar kamar dengan wajah  kaget dan ketakutan. Namun dia tetap patuh untuk duduk  mendengarkan penjelasan Pak RT. Lalu ditanyakan  keberadaan Agai ketika hari pencurian terjadi.  Pak imam langsung menjelaskan kalau Agai hari itu menggantikan dirinya untuk siskamling, karena Pak Bowo yang biasanya menggantikannya sakit.

Lalu Pak RT menceritakan apa yang terjadi 2 malam yang lalu.  Pak Imam kaget bukan main. Pak RT juga menjelaskan tentang telapak tangan yang terdapat di dekat jendela kamar yang tidak ada jejak jari kelingkingnya. Lalu Pak RT meminta Agai menunjukkkan telapak tangan kirinya. Dengan takut Agai menunjukkannya dan terlihat bahwa jari kelingkingnya memang tidak ada. Pak Imam menjelaskan bahwa jari kelingking itu hilang ketika Agai bermain dengan pisau dapur beberapa bulan lalu.

Pak RT kemudian meminta agar Agai berterusterang apakah ia yang mencuri barang- milik Miftah.. Awalnya Agai tidak mau mengaku..namun ketika diancam akan membawanya ke polisi, akhirnya Agai mengaku. Ia kemudian masuk ke kamarnya dan keluar sambil memegang hardisk eksternal Miftah. Sedangkan handphone telah laku terjual.

Miftah senang sekali  hardisknya tidak jadi hilang. Ia berjanji kepada Ayah akan  lebih hati-hati lagi mengunci jendela kamarnya . Pak Imam dengan muka menyesal memohon agar  Agai dimaafka. Iia berjanji memberi hukuman buat Agai. Ayah sendiri menganggukkan kepala tanda setuju untuk tidak melaporkan ke polisi . Agai bukanlah pencuri..Ia hanya anak manja yang ingin mencari perhatian Ayahnya. Jadi Agai harus dihiukum oleh ayahnya saja. Itu menurut pendapat Ayah Billa.

Billa dengan senang merangkul tangan Ayahnya. Ayah Billa mengelus kepala Billal dan mengucapkan terima kasih serta selamat atas hasil penyelidikannya  yang behasil menemukan siapa pencuri barang milik Miftah.  Agai sendiri menundukkan kepalanya. Ia berjanji tidak akan mencuri lagi dan juga  berjanji akan menerima hukuman dari Ayahnya.. Billa tidak tahu apa hukuman dari Pk Imam untuk Agai. Namun yang pasti Billa senang ia berhasil memecahkan teka teki telapak tangan di dekat jendela kamar abangnya hingga dapat menemukan pencuri barang milik abangnya.

******* tamat ******

My 7th Book Cover : The Cousins (First from -intention- Trilogy)

249082_10200678431956100_899483470_n

 

 

The person that i put in charge in looking for the sketch of this cover, is my brother. I asked him to draw a sketch about a boy with a cool face. And i need the eyes as a background.

Dhika, my brother, drew a sketch like what i want. I gave it to the publisher, and they made the cover like this.

I love it. Even, i hate a bracelet that this boy’s wearing. it is not what i wish for. But, despite of that, i love the cool face and the eyes of this cover….

I’ve wrote about the process in writing this novel in this post.  (But in Bahasa Indonesia, not English).

Now, i need to focus on my next project of writing. It is already 2 years more, that i’m absent doing this, since my son was born and i have to focus on him for this time being..:)

My 6th Book Cover : Twist Of Sleeping Beauty

Sleeping Beauty : Melawan Mantra Tidur

Sleeping Beauty : Melawan Mantra Tidur

This is my sixth book cover. But it is not a hard copy book. It is actually my first e-book ever…:)

This book is also tell a story about a twist of Sleeping beauty story. In this story, i challange the character to be a tough girl. She loves climbing and riding a horse. Even the Prince, can not beat her passion in this sport.
Any way, the theme of the story is about the adventure of sleeping beauty and her friend, to find the Remedy Of Sleeping’s Mantra.

The flower in this cover is a rare flower. I put some effort to research about the flower and other things. i love to put some information about something consider with knowledge in my novels.

You can buy this book, through this link (online book store).  It is not expensive, and it is in promotion, so you will have discount when you buy it.

Please tell me if you have an excitement in reading it.

My 5th book cover : Twist Story of Little Mermaid

sirenetta

My next children book cover was for the twist story of little mermaid.

Bentang Belia called me at that time, and requested a story that based on little mermaid story.

Need extra time to reseach for this, and also how to make the story different, but still in the same red line with the original story.

I just had two months to finish this story. The twist about little mermaid story. And i love the book cover..:)

Membidik Majalah Bobo

Pertama kali tertarik menulis untuk majalah Bobo, adalah tahun 2009. Aku belajar sendiri dan kuikuti lomba cerita misteri majalah Bobo tahun itu.

Surprise, ternyata kerja kerasku belajar sendiri, belajar ngedit naskah dan nekad tanpa pengalaman  mencoba ikut lomba, ternyata naskahku masuk jajaran naskah terbaik. Uang 500.000 masuk ke kantongku. Kisahku yang berjudul “Teka Teki Telapak Tangan” berhasil masuk dalam kumpulan cerita Pustaka Ola setahun kemudian.

340201_2358793366725_1156993721_32830201_1938007935_o

Tulisanku berikutnya yang masuk ke majalah Bobo, adalah Sayap Peri Elly. Sebuah naskah cernak, hasil belajar bareng Kang Iwok di Komunitas Blogfam (pada tahun 2010), membuatku semakin percaya, bahwa aku ada kemampuan menulis cerita anak, terutama untuk majalah Bobo.

293687_10150282742364798_373052_n

Sayangnya, kemampuanku itu tak kuasah. Aku malah keasyikan menulis cerita untuk novel anak. Akhirnya bertahun kemudian, aku coba menulis kembali untuk majalah Bobo. Akhirnya, tahun ini (2014), naskah hasil belajar menulis cernak bersama Winner Class dan Mbak Veronica, berhasil masuk majalah Bobo, dengan judul “Kertas Surat Warna-Warni”.

10552604_10152586462129798_4749754620966296437_n

Karena itu, mengingat sulitnya aku menulis novel anak dalam 2 tahun terakhir, karena fokus pada anak-anak (terutama Aam), maka aku kembali belajar menulis cerita pendek untuk anak. Ada 3 kelas online kuikut tahun ini, untuk memperdalam tulisan cernak yang sesuai dengan target majalah, terutama majalah Bobo. Kelas online (gratis) Penulis Tangguh, milik mbak Nurhayati. Aku senang bukan main bisa diterima audisi di kelas ini.

Selain belajar menulis cerita dewasa, aku juga terus mendalami ilmu menulis cerita pendek anak. Aku juga mendaftar di kelas Winner, milik Kang Ali Muakhir. Karena dari semua mentor yang mumpuni di Komunitas Penulis Bacaan Anak, baru kali ini aku dapat kesempatan belajar langsung dengan penulis senior baik hati ini.

Dan terakhir, aku ikut kelas online berbayar, Kelas Kurcaci Pos, milik penulis cernak langganan Bobo, Mas Bambang Irwanto. Sungguh nekad sekali. Karena aku berencana tahun depan (2015) kembali mencoba fokus menulis novel.

Bismillah, semoga dimudahkan.

Kisah Sabut Kelapa Ajaib di Kumcer Hantu Siul

Di tahun 2014 ini, aku nyaris tidak “Melahirkan” buku anak. Kehadiran kumpulan cerita anak bersama komunitas fiksiana yang bekerjasama dengan Dar!Mizan ini, memberikan sedikit kebahagiaan, di tengah paceklik naskah dan buku anak karya ku.

Kisah Sabut Kelapa Ajaib dalam Kumcer Hantu Siul

Kisah Sabut Kelapa Ajaib dalam Kumcer Hantu Siul

Mudah-mudahan, tahun depan, aku bisa kembali fokus dengan menulis novel anak. Agar bisa fokus, aku juga membuat audisi nulis bareng, biar tambah semangat. Kushare infonya di sini : https://www.facebook.com/notes/dian-onasis/gratisyuk-temani-aku-di-kelas-permen/740220266063748

Berbagi Pengalaman Menulis

Serunya para peserta

Serunya para peserta

Dalam dua bulan terakhir ini, alhamdulillah diperkenankan Allah untuk membagi sedikit pengetahuan dan pengalamanku perihal tips menulis cerita anak.

Tempat pertama di sebuah sekolah menengah pertama islam terpadu di Depok. Laporan singkatnya bisa dilihat di kisah Serunya Peserta SMPIT Rahmaniyah Depok. Sharing tersebut dilaksanakan bulan September lalu. Sungguh menyenangkan sekali.

Sharing berikutnya di bulan November tanggal 1, tentang Tips Menulis Cerita Anak, dilaksanakan di FX Senayan, Jakarta. Kerjasama dengan Women Script Community..:)

Aku berharap bisa lebih sering lagi menulis, menerbitkan karya dan sekaligus membagi pengalaman tersebut ke banyak orang. Semoga dimudahkan.