My First Awug Party


Aku sampai membaca dua kali pengumuman akan adanya pesta awuq di laman group facebook komunitas PBA. Kulirik tanggalnya, Hari Sabtu,  25 Mei 2013. Segera tanganku mengambil kalender duduk, dekat meja kerja. Mulai menghitung hari. Senyumku terulas manis.

“Ah, bertepatan dengan jadwal off, Bang Asis,” lirihku menahan senang.

Kutelepon suamiku yang berada di offshore dan bersegera menceritakan keinginanku untuk menghadiri pesta awug kali ini. Dua kali pesta sebelumnya, aku tak bisa ikutan, karena bentrok dengan jadwal suami yang berada di laut.

Oh iya, sekedar informasi, Pesta Awug merupakan sebuah kebiasaan atau tradisi di Komunitas Penulis Bacaan Anak (PBA) dalam rangka merayakan ulang tahun berdirinya Komunitas PBA pada tanggal 2 Mei 2010. Nah untuk acara puncaknya, biasanya dilakukan pemotongan awug, bukan kue tart, tumpeng atau nasi uduk.

Tahun ini, beginilah penampakan awugnya.

Image

Jepretan pertamaku untuk Awuq

Singkat cerita, semesta mendukung niat kuatku. Selain aku baru saja mendapatkan royalti, yang nilainya cukup untuk akomodasi hotel terdekat di Bandung Indah Plaza, karena acaranya berlangsung di sana. Plus suami ternyata akan ada seminar nasional terkait masalah perminyakan di Hotel Trans Bandung dua hari sebelum acara pesta awug.

Ini artinya, 2 hari sebelum acara, aku dan keluargaku akan berada di Hotel Trans. Kemudian selesai acara suami, kami pindah ke hotel Santika yang cukup jalan kaki tak sampai 2 menit dari BIP. Aduh, aku happy banget.

Hari H Tiba.

Suami ternyata tak enak badan dan kena flu. Mengingat perjalanan pulang kami lakukan dengan membawa mobil sendiri, maka kuputuskan Bang Asis untuk tinggal di hotel bersama anak-anak. Dan aku sendiri menuju pesta Awug.

What a Me Time !

Sejak kelahiran Aam, putra bungsuku, nyaris aku kesulitan mendapatkan Me Time dengan sempurna. Dan hari itu, tepat di acara ulang tahun Komunitas PBA, aku menikmati Me Time dengan para teman penulis, editor, pemerhati dan anggota PBA lainnya.

Pertama kali, yang kulakukan adalah mencari hypermart untuk membeli aqua gelas. Aku janji dengan Gia, salah seorang panitia kegiatan, untuk menyiapkan minuman mineral. Dengan bermodal 2 kotak aqua, kudorong troley menuju lantai dua. Sempat berjumpa Teh Ary dan Uni Eva yang sedang membawa nampan berisi awug. Kami hanya dadah-dadahan sebentar, karena posisi kami bersebrangan.

Image

Gia dan Awug

Ketika sampai di tempat acara, aku mencari wajah-wajah yang kukenal. Seseorang menyapaku, dan sempat lama berpikir, ketika ia menyebutkan nama “Syifa”. Baru aku ngeh, dari kelas Winner. Kami ngobrol sebentar, lalu kudekati Gia, Super Mom yang asyik menyiapkan segala sesuatu. Beruntung sebelumnya aku sudah kenal Gia lewat multiply, dan pernah kopdar di tahun 2012 awal di BIP juga. Langsung merasa nyaman dengan sambutan Gia yang super ramah.

Image

Gia yang sedang asyik ngobrol dengan wartawan dari majalah Nakita

Image

Yang baru datang, ada mbak Meydi, Mama Ina Inong, Teh Ary dan juga Mbak Firma. ada Syifa yang lagi duduk

Aku, yang termasuk kaku dalam mengikuti acara kopdar seperti itu, langsung bisa membaur. Satu persatu aku salami yang ada di sana. Beberapa cukup familiar, seperti Tethy Ezokenzo yang langsung menjadi pusat perhatianku. Ini pertemuan yang ke tiga kalinya dengan Tethy. Perempuan bercadar yang sangat produktif ini, salah seorang yang membantu membuka dunia cerita anak padaku, karena kebaikan hatinya dalam berbagi pengalaman.

Image

Dua perempuan yang mampu menginspirasi banyak orang : Kak Indah Juli dan Tethy Ezokenzo

Tak lama, aku mulai mencerna situasi. Ada mbak Firma Sutan yang duduk manis di sebelahku. Dia orang yang talkactive, akan nyaman bagi kita yang bingung mau ngapain. Lalu ketemu Nia, yang sialnya aku lupa kalau aku bawa buku the Cousins untuk dia review. Ada Susanti, yang beberapa kali sibuk meminta maaf perihal resensi buku Gomawoyo,Chef! Membuatku juga sibuk beberapa kali menyatakan kalau aku tak keberatan, malah senang dan tak ada masalah sama sekali. Hehehe… Susan yang unik!

Image

Kang Ali, Indari dan Mbak Firma

Dan tentu, aku ingin cium tangan, -refleks- kalau ketemu Teh Ary. Bukan karena usianya, tapi karena wujud hormatku. Soalnya selain Kang Iwok, Bhai Benny dan beberapa senior lainnya, Teh Ary juga merangkap tutor bagiku sejak awal keterlibatanku dengan dunia cerita anak. Lagi pula Teh Ary juga teman sesama ex multiplyers nih… hehe. Selalu menyenangkan berjumpa dirinya.

Image

Ada uni Eva, mama Ina Inong, Dina Y Sulaeman dan anaknya yang keren, Kirana. Hemmm, siapa lagi ya? Oh iya, tentu ada Bhai dan family, Kang Ali dan keluarga juga, serta beberapa wajah lain, yang mungkin aku kenal id facebooknya, tapi tak ingat wajahnya.

Image

Oh iya, aku sempat ngobrol sebentar dengan Mbak Meydi yang sedang berada di Indonesia.

Image

Kak Injul dan Mbak Meydi

Urutan acara berlangsung enak. Meski selama acara, ada juga yang asyik ngobrol satu sama lain, sementara aku memilih duduk paling depan, sebelah mbak Firma, karena niatku hadir tak hanya silaturahim. Tapi juga menggali ilmu dan pengalaman.

Image

Mejenk bareng si Awuq, sebelum dipotong

Acara pembukaan, seperti sambutan cukup cepat. Acara puncaknya adalah pemotongan Awuq. Aku juga baru merasakan awug pertama kali di acara ini. Rasanya seperti kue putu yang sering lewat tiap sore di depan rumahku. Enak!

Pemotongan awuq oleh admin 13 (yang hanya diwakili oleh Teh Ary, Bhai Benny dan Kang Ali) dan Indari wakil dari IIDN, lalu awug yang dipotong, diberikan ke beberapa perwakilan, mulai dari mantan admin 13, yakni Kak Indah Juli, lalu ke Kirana sebagai wakil penulis anak, lalu ke Mbak Meydi, karena datang dari jauh. Satu lagi, aku lupa, namanya.

Image

Teh Ary motong Awuq untuk pertama kalinya

Setelah acara itu, ada juga acara bagi-bagi buku. Aku dapat satu. Bukunya kak Wylvera atau kak Wyk. Dia hadir bersama putrinya Jasmine, yang dalam kondisi tak fit, namun tampil cukup apik di acara hiburan, dengan menyanyi sambil main gitar. Eh iya, aku lupa, ada anak kecil berjilbab, main biola, itu siapa ya? Lupa nanya deh ke panitia.

Image

dilanjutkan oleh Bhai Benny

Image

Kemudian dipotong oleh lagi oleh Kang Ali

Image

Terakhir dipotong oleh Indari.

Berikut ini, adalah wajah para wakil peserta yang mendapat potongan Awuq langsung dari admin 13 plus IIDN.

Image

ki ka : bhai, Teh Ary, Iin, Kak Injul, Mbak Mey, Kirana, lupa namanya, Kang Ali dan Bang Aswi

Selain acara tanya jawab dan bagi-bagi buku, tentu saja, aku menantikan acara puncaknya, yakni Talkshow. Yang jadi pembawa acaranya adalah Bhai Benny dan Kang Ali, sementara yang jadi narasumber adalah Teh Ary Nilandari, ngewakili pihak penulis buku anak, Bang Aswi wakil blogger dari Warung Blogger, Kak Indah Juli wakil dari komunitas Emak-Emak Blogger dan ada Indari Mastuti dari IIDN yang akan membahas perihal Personal Branding.

Image

Para Moderator dan Pembicara

Acara ini asyik dan sangat memberikan banyak pengetahuan. Mulai dari mengapa menulis cerita anak, lalu tentang blogger, kemudian bicara komunitas, hingga tentang personal branding. Seru sekali. (untuk cerita detail dari TalkShow ini, nantikan postinganku berikutnya ya!).

Selesai acara talkshow, masih ada acara tanya jawab, seperti biasa, aku tak pernah melewatkan sesi tanya jawab. Rugi atuh, punya masalah di otak, tapi gak ditanyain ke orang-orang yang mumpuni di tempat yang tepat. Hehehe

Image

Ayah Salwa Pendongen yang Kocak

Beberapa penanya lain juga berasal dari editor, dan juga pendongeng. Ayah Salwa yang pendongeng itu membuat ekspresi yang menarik dan lucu, selama mengajukan usulan –atau pertanyaan ya?- seputar perlunya penulis cerita anak menjadi juru dongeng. Cukup menghibur cara ia bertanya.

Selesai acara tersebut, masih ada acara bagi-bagi buku lagi. Dan sialnya, aku nyaris dapat buku, hanya saja kurang tepat menjawab pertanyaan, siapa 5 orang admin 13 di PBA. Hihihi. Faktor U itu sangat mempengaruhi ya? Eh, nggak juga, la wong mbak Meydi yang usianya tak jauh berpaut dariku, bisa menjawab pertanyaan itu dengan tepat, dan ia berhak sebuah buku.

Image

Sebagian dari goodie bag untuk para penanya, dan juga untuk disumbangkan

Selesai acara talkshow, dilanjutkan acara hiburan. Disinilah Jasmine bernyanyi dengan gitarnya. Gak kelihatan kalau di malam sebelumnya abis demam. Juga ada seorang violinist cilik dengan jilbab putih dan kacamata mungilnya.

Image

Jasmine dan gitarnya

Image

Violinist cilik ini, aku lupa namanya

Image

Wajahnya senang deh, kalau udah dapat souvenir cakep..:)

Setelah acara talkshow, para pembicara juga dapat hadiah alquran cantik dan beberapa buku novel anak . Asyik yaaa?

Oh iya, ada juga acara menyumbang sejumlah buku ke BIP Library dari komunitas PBA. Diwakili oleh Teh Ary. Aku lupa, kalau tak salah, dari BIP dan Library tersebut memberikan beberapa privelege bagi anggota PBA yang hadir pada saat itu, seperti BIP Card, dan Library Card. Sayang, karena aku bukan warga Bandung, dan entah kapan bisa ke Bandung dalam waktu dekat, fasilitas itu aku lewatkan saja.

Image

Acara berakhir dengan mencoba memainkan angklung secara dadakan, dengan sistem penomoran pada angklung. Aku gak ikut terlibat di sini, tapi asyik menangkap moment-moment kocak yang terjadi selama proses menyanyikan lagi We Are The World dengan angklung.

Image

Nia bingung, Tethy dengerin, mbak Meydi jelasin

Image

Konsen ikuti petunjuk. Jasmine menyanyi di belakang

Image

Foto bareng, sekaligus bukti, aku ada di sana…Yipiieee my first Awug party…

Dan penutup acara ini, tak lain dan tak bukan, ya foto-foto. Aku sempat ikut difotoin. Untuk yang ini, aku ogah rugi deh. Kapan lagi coba berfoto bersama penulis dan pemerhati bacaan anak, coba?

Image

Ki Ka : Aku, Uni Eva, Uni Desti dan Dina Y Sulaeman

Image

Bareng Mama Ina Inong dan Dina Y Sulaeman

Aku bahkan sempat berfoto dengan Uni Desty, yang sudah lama menjadi teman di MP, tapi baru ketemu saat itu. Aku malu sekali, karena lupa dengan wajahnya. Maafkan aku ya Uni? Yang penting sih udah saling tukeran nomor pin… hehe.

Kegiatan yang berlangsung dari subuh hari itu (Acaranya dimulai dari jalan pagi bersama dari titik Nol, hingga ke tempat acara. Untuk yang ini aku tidak ikut) dan berakhir pada pukul 14.00 siang, (kurang lebih).

Aku buru-buru pamitan. Sempat janjian sama mama Ina Inong untuk tukeran buku, ngasih buku ke Farrasnya Teh Ary, dan ke Mbak Firma yang beli buku The Cousins. (I still waiting for her review for this book…. It will excited then…

Image

Teh ary, with my newest book. The Cousins

Segera aku membeli makan siang untuk Billa dan suamiku. Kembali ke kamar hotel, dan bersiap-siap packing lagi. Karena besoknya, kami akan pulang. Suami sudah diharuskan menyiapkan diri dinas ke Shanghai, sebelum akhirnya dibatalkan. Karena Minggu sampai di rumah, Senin dapat kabar ibu Mertua masuk ICU di rumah sakit Belawan, dan Selasa, kami sekeluarga sudah terbang ke Medan.

Life is to unpredictable…

So unpredictable…

15 thoughts on “My First Awug Party

  1. sayang ya ga ketemu.. tapi ku sampe sana pun sore.. cuma sempet mampir bentar ke hotel santika, antar titipan..😀 pulang naik kereta..
    asik nih bisa jumpa para penulis buku anak keren..

  2. Pingback: Pentingkah Komunitas dan Personal Branding bagi Penulis/Blogger? | Dianonasis

    • makasih bang aswi udah mampir…:) senang deh disamperin blogger seleb..heheh

      buku yang mana bang? oooooh buku the cousins? beneran mau? tapi syaratnya direview di blog bang aswi mau gaaaaak? hehehe

      kalau mau direview… ntar dian kirimin…. minta alamatnya..:)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s